Thursday, January 30, 2014

CARA BETERNAK BURUNG GELATIK


Beternak Burung Gelatik tergolong lebih mudah daripada burung ocehan lainnya. Prospek budidaya Burung Gelatik saat ini cukup menguntungkan, hal ini karena populasi burung jenis ini yang semakin langka. Kunci utama dari keberhasilan budidaya burung Gelatik ini adalah keseriusan dan ketelatenan.

Biaya untuk beternak Burung ini tidak terlalu mahal. Disamping pakannya yang mudah, kandang yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar dan cukup mudah dibuat.

Kandang Budidaya
Untuk ukuran kandang, idealnya berukuran 30 cm x 40 cm untuk setiap pasangnya. Bahan yang dapat anda gunakan untuk membuat kandang adalah kerangka besi atau kerangka kayu. Kemudian ditutup dengan menggunakan kawat kasa berukuran 1 cm x 1 cm. Atapnya dapat menggunakan asbes, seng, genting atau tripleks.

Agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang dengan maksimal, disarankan untuk menggunakan kawat kasa. Sinar yang masuk dimanfaatkan untuk berjemur usai burung mandi, sebab burung ini suka membasahi bulunya dengan air.

Mempersiapkan Indukan
Untuk memulai penangkaran, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara benar. Salah satunya adalah pemilihan calon induk. Agar penangkaran dapat berhasil dengan baik, maka penentuan induk sebagai F1 harus juga yang benar-benar terbaik. Dalam menentukan induk tersebut pengetahuan dasar tentang jenis kelamin, tingkah laku, dan umur burung akan sangat berperan. Jika dapat mendapatkan indukan yang bagus tentunya upaya penangkaran dapat berjalan dengan maksimal. Indukan yang baik tentunya berasal dari burung yang baik juga. Umumnya burung yang baik tersebut dapat diperoleh dari penangkar yang sudah sukses. Harus diketahui pula bahwa kesuburan, warna, dan hal lainnya yang bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan dapat diperoleh anakan yang baik pula. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan. Sisanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya.Berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pemilihan induk yang kita lakukan bisa tepat.

Membedakan Jenis Kelamin Gelatik
Membedakan jenis kelamin Gelatik bukanlah hal yang mudah. Penampilan fisik burung jantan dan betina hampir serupa. Untuk dapat membedakan kelaminnya, Anda harus mengamati secara seksama pada bagian paruh, mata, dan suaranya.

Burung Gelatik jantan memiliki pangkal paruh yang yang lebih tebal, dengan warna merah tajam yang cantik. Matanya terlihat lebih cerah dan bersinar. Kicauannya lebih bertenaga dengan frekuensi yang lebih sering dari Gelatik betina.

Gelatik betina memiliki paruh yang lebih tipis, warna merahnya terlihat lebih muda. Warna matanya agak pudar. Ukuran tubuh Gelatik betina relatif lebih kecil dari pejantannya. Suara kicauannya monoton.

Ciri-Ciri Indukan Yang Baik
Upaya untuk memperoleh gelatik silver yang baik dapat dilakukan dengan memperhatikan fisik dari burung tersebut. Fisik yang baik dan sehat akan dapat menghasilkan anakan yang sehat pula. Berikut ciri-ciri gelatik silver yang baik dijadikan induk.

1. Perangai lincah
Burung gelatik silver harus aktif bergerak ke sana kemari. Tidak cenderung untuk diam saja. Jika ada sesuatu yang mendekati sangkarnya otomatis burung ini akan terbang kelabakan. Burung yang diam dikhawatirkan menderita sakit atau dapat saja sedang mengalami stres. Hal-hal seperti ini dapat berakibat fatal pada gagalnya usaha penangkaran yang sedang dilakukan.

2. Bulu tertata rapi dan tidak mengkorok
Bulu yang tertata rapi menunjukkan burung ini bersih dan tidak sedang mengalami stres. Burung gelatik silver umumnya merawat bulu dan menatanya sesudah mandi. Apabila bulunya tampak mengkorok menandakan burung tersebut sedang menderita sakit.

3. Dubur bersih
Bagian dubur harus benar-benar diperhatikan dengan seksama. Bersih tidaknya bagian dubur menunjukkan kondisi kesehatan dari burung itu sendiri. Jangan pilih seekor burung dengan dubur yang tidak bersih dan di sekitarnya banyak kotoran. Hal ini menunjukkan bahwa burung tersebut menderita permasalahan dengan pencernakannya. Dapat saja burung terkena mencret atau infeksi pada usus atau lambungnya. Yang dikhawatirkan hal tersebut akan menurun pada anakannya.

4. Paruh
Pilihlah burung yang letak paruh antara bagian atas dengan bagian bawahnya simetris. Jangan sampai terpilih yang cacat, yaitu antara paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup secara sempurna. Cacat seperti ini dapat terjadi akibat perkawinan yang sedarah.

5. Lingkar mata
Lingkar mata juga merupakan salah satu petunjuk untuk mengetahui kesehatan burung. Harus diperhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut adalah merah terang bukan pucat. Warna pucat menunjukkan kondisi burung yang kurang fit. Burung yang baik biasanya memiliki lingkar mata yang membulat sempurna dengan ketebalan yang rata. Selain itu, lingkar matanya bersih dan halus, tidak terdapat lekukan-lekukan

Telur
Burung Gelatik betina biasanya akan bertelur sekitar empat sampai enam butir telur. Telur-telur tersebut berwarna putih dan akan dierami oleh kedua orangtuanya (baik jantan maupun betina).





Artikel Terkait :

Tips memaksimalkan gelatik batu di lapangan

Gelatik batu yang beberapa tahun lalu hanya dilirik sebagian kicaumania, kini makin menjadi burung popular di Indonesia, baik untuk dilombakan maupun sebagai burung peliharaan di rumah. Sejumlah event organizer (EO) di berbagai daerah juga sudah membuka kelas gelatik batu. Bahkan ada yang lebih spesifik lagi, kelas gelatik wingko, salah satu dari tiga spesies gelatik batu yang ada di Indonesia. Para penggemar gelatik wingko (kita sebut saja wingko mania) juga mulai merapatkan barisan, seolah tak mau kalah dari pleci mania. Bahkan sebagian pleci mania kini juga menjadi wingko mania, atau sebaliknya.
Gelatik batu
Gelatik batu
—
Gelatik batu mulai popular sejak akhir tahun 2009. Saat itu, beberapa kicaumania hanya memeliharanya sebagai kelangenan saja. Artinya, kangen dengan suasana pedesaan pada masa lalu, ketika burung gelatik batu masih banyak ditemukan di halaman rumah.
Setahun kemudian, gelatik batu mulai dilombakan, meski masih di kelas campuran lokal. Ketika jumlah penggemar burung ini terus bertambah dari waktu ke waktu, akhirnya kelas gelatik batu / gelatik wingko mulai dibuka sejumlah EO di beberapa daerah di Indonesia.
Untuk menyamakan persepsi, perlu diketahui bahwa gelatik batu kini sudah menjadi spesies tersendiri, dengan nama ilmiah Parus cinereus. Dulu dianggap sebagai salah satu subspesies atau ras dari gelatik batu sejati / great tit(Parus major).  Spesies gelatik batu itu sendiri memiliki 13 subspesies, tiga di antaranya ada di Indonesia. Salah satu subspesies inilah yang dinamakan gelatik wingko (Parus cinereus cinereus). Penjelasan selengkapnya bisa dilihat kembali dalam artikel di sini.
Artikel kali ini akan membahas cara memaksimalkan kinerja gelatik batu di lapangan / arena lomba. Pembahasan mencakup semua jenis gelatik batu, termasuk gelatik wingko. Selama ini, banyak pemilik gelatik batu yang mengeluh burungnya sangat rajin berkicau di rumah, lengkap dengan isiannya. Tetapi begitu dibawa ke lapangan malah memble, hanya loncat-loncat saja.
Persoalan ini sangat berkaitan dengan mental burung, sekaligus kondisi birahi yang tidak tepat saat berada di lapangan. Untuk mencegah kemungkinan tersebut terulang kembali, ada beberapa tips yang bisa Anda praktikkan di rumah, antara lain sering mengajak burung jalan-jalan, serta memberikantreatment khusus untuk mendongkrak birahinya.
Mengajak burung jalan-jalan
Sama seperti burung pleci, membawa gelatik batu jalan-jalan secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan mental burung. Pengertian jalan-jalan di sini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Anda perlu berkumpul dengan sesama wingko mania di suatu tempat, untuk menguji kemampuan burung masing-masing.
Satu hal yang harus diperhatikan, gelatik batu yang akan ditrek ini harus sama-sama memiliki sifat ngotot. Jadi burung-burung tersebut akan berlomba mengeluarkan tembakannya secara bersahut-sahutan. Akan berbeda hasilnya jika kita melatih burung tersebut dengan gelatik yang “biasa-biasa saja”. Meski burung Anda cukup ngotot, kalau lawannya cenderung diam dan banyak loncat, otomatis burung Anda akan ikut-ikuran diam dan loncat-loncatan.
Kesimpulannya, latihlah gelatik Anda dengan burung sejenis yang memiliki mental cukup bagus dan ngotot dari segi lagunya. Dengan membiasakan ditrek dengan burung sejenis yang memiliki karakter bagus tersebut, mental burung Anda akan terasah, sehingga bisa menambah kinerja burung sewaktu dilombakan.
Mendongkrak birahi gelatik batu
Mendongkrak birahi gelatik batu memang bukan pekerjaan mudah. Sebab sulit mencari setelan yang pas untuk memaksimalkan kinerjanya di lapangan. Biasanya, begitu ketemu setelannya, minggu depan saat akan dilombakan setelan awal harus diubah lagi dan dicari setelan baru yang pas. Hal ini biasa terjadi, karena gelatik batu termasuk burung non-fighter.
Tetapi di balik sifatnya yang non-fighter, burung ini mempunyai karakter yang agresif, bahkan mampu membunuh burung lain. Meski tubuhnya kecil, gelatik batu sanggup membunuh dan memakan seekor kelelawar (maaf, gambar tidak dapat ditampilkan karena terlalu ekstrem).
Meski tidak mudah, Anda bisa belajar secara bertahap mengenai cara mendongkrak birahi gelatik batu tetap bisa dilakukan. Bisa diawali dengan pemberikan kroto sebanyak satu sendok teh, setiap pagi hari. Dua hari sebelum lomba (H-2), takaran kroto diperbanyak menjadi satu sendok teh pada pagi hari, dan 1/2 sendok teh pada siang harinya.
Pemberian extra fooding (EF) lainnya juga harus diperhitungkan. Misalnya jangkrik ukuran kecil, yang bisa diberikan dengan jumlah yang disesuaikan dengan setelan yang biasa Anda terapkan. Jika tidak ada jangkrik, belalang hijau kecil yang biasa dijumpai di lapangan rumput bisa dijadikan alternatifEF terbaik untuk gelatik batu.
Selain perawatan khusus menjelang lomba, ada perawatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu mandi dan jemur yang harus dilakukan rutin setiap hari. Kebersihan sangkar dan pemberian multivitamin juga menjadi salah satu kunci utama perawatan gelatik batu agar terhindar dari “penyakit” malas bunyi.
sumber : http://omkicau.com/

TIPS CARA MERAWAT BURUNG GLATIK BATU AGAR RAJIN BERKICAU


Pada kesempatan ke sekian kali ini, sama dengan beberapa artikel yang membahas tentang bagaimana tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobby ataupun yang memang sengaja dipelihara yang diperuntukkan sebagai perlombaan. Tentunya tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang asyik dan mantaB mengenai tata cara
bagaimana cara merawat dan membentuk burung Glatik Batu dapat rajin berkicau dan gacor.


Berikut adalah tips dan caranya:

1. Yang pertama adalah diawali dari cara pemilihan jenis kelamin, karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan untuk mengetahui perbedaan jenis kelamin glatik jantan dan betina silahkan bisa dilihat disini.

2. Selanjutnya dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai spray atau jika memungkinkan berilah cepuk agar burung lebih leluasa mandinya pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi hujan

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1-2 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras atu ditempat yang lebih teduh.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas dan juga berilah makanan tambahan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik dengan ukuran kecil setiap pagi 1 - 2 ekor dan sore demikian juga 1-2 ekor, bisa juga dengan ulat hongkong (lebih utama yang masih berwarna putih (baru ganti kulit)) boleh rada banyak yang penting sediakan saja di wadah pakan dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burung secara langsung atau bisa juga dengan suara dalam bentuk MP3.

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.

Sedikit disampaikan, tips ini tidak mutlaq harus dilakukan, tergantung menurut kebisaan masing-masing cara yang sudah coba dijalankan.

Demikian semoga bermanfaat.

sumber : http://damai9.blogspot.com/

Cara Merawat Burung Gelatik batu Agar Tetap Gacor Dan Tips Racikan Pakan



kali ini saya akan membahas seputar Tips Merawat  Burung Gelatik Batu Agar Tetap Gacor Dan TipsRacikan Pakan,burung gelatik batu  saat ini memang sedang beranjak popularitas nya,dan harga burung ini di pasaran cukup relatif murah dan terjangkau oleh siapapun,Salah satu hal yang membuat burung ini makin popular adalah perawatan yang relatif mudah, sifatnya yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, serta suaranya yang kerap dijadikan master bagi burung-burung berkicau lainnya.
Selain bisa dijadikan media pemasteran bagi burung lain, Anda juga bisa memelihara burung gelatik batu ini sebagai burung kicauan di rumah,burung ini memiliki suara yang menarik dan ber volume cukup keras.
Jika agan-agan sekalian belum mengetahui cara membedakan jantan dan betina nya burung gelatik batu ini,saya akan share cara membedakan jantan dan betina burung gelatik batu :
 Membedakan burung gelatik jantan dan betina ketika masih muda memang agak sulit, karena keduanya memiliki kemiripan satu sama lainnya Tetapi jika sudah dewasa, kita bisa membedakannya dari garis hitam di dada yang menuju perutnya.
Dalam hal ini, burung jantan memiliki garis hitam yang  terlihat lebih tebal serta menyambung hingga daerah sekitar kloaka atau pangkal ekor. Sedangkan pada betina, garis hitam terlihat lebih tipis, dengan beberapa bagian yang terputus-putus hingga perutnya.
Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:
1.       Pagi hari jam 06.00wib – 07.00wib embun kan burung di luar rumah
2.       Setelah itu mandikan burung dengan spray yang lembut atau beri tempat air minum yang cukup besar,bersihkan sangkar burung setiap hari dan ganti extra fooding dg yang baru
3.       Jemur burung setelah terbit matahari dari jam 07.30wib – 11.30wib
4.       Setelah itu pindahkan burung ke tempat yang teduh dan beri UH 6 ekor dan ½ sendok makan kroto segar
5.       Sore hari jam 04.00wib mandikan kembali burung dan jemur sampai jam 05.00wib
Setelah itu kerodong burung dan masukan ke dalam rumah sampai ke esok hari nya.
Beberapa Racikan pakan atau extra fooding dari saya :
1.       2 bungkus voer SKM atau Voer  1 bungkus Leopard kasar
2.       ¼ kg tepung jangkrik
3.       2 butir telur bebek
4.       2 bungkus susu dancow bubuk
Campurkan bahan-bahan di atas hingga menjadi satu dan aduk sampai merata,setelah itu jemur sampai kering agar tidak bau.
Silakan di coba racikan pakan nya oleh agan – agan semua,hal yang harus di ingat burung gelatik batu akan lebih rajin berkicau jika burung ini lebih lama di jemur.
Sekian Tips Merawat  Burung Gelatik Batu AgarTetap Gacor Dan Tips Racikan Pakan dari Mr.Green,semoga bermanfaat buat agan – agan semua :)

Gelatik Batu


CIRI-CIRI BURUNG GELATIK BATU


              Burung gelatik batu merupakan burung yang sangat indah dan memiliki kicauan yang sangat merdu tidak kalah dengan burung kicauan jenis lainya, burung ini memiliki ciri yang khas agar para penggemar mudah mengenalinya. tubuh berukuran kecil kira kira kurang lebih 13 cm. warna tubuh burung ini berwarna hitam, abu-abu dan putih, pada areal kepala dan kerongkongan berwarna hitam serta terdapat bercak putih disisi muka. terdapat setrip purih poada sayapnya.
burung jenis ini memiliki sifat yang energik sangat lincah, aktif bergerak naik turun di pucuk pohon atau areal tanah. burung jenis ini senang berburu dalam kelompok/koloinya atau berpasangan, dialam bebas jenis burung tersebut memakan berbagai jenis serangga, biasanya burung jenis ini sering kali berkembang biak pada bulan april-juni

PERBEDAAN BURUNG JANTAN DAN BETINA

        Perbedaan pada burung gelatik batu jantan adalah terletak pada  garis hitam yang melingkari leher memanjang ke dada sampai ekor. Sedang kan pada betina garis hitam tersebut hanya sampai dada saja, Sangat mudah bukan untuk dapat membedakan burung jantan dan betina kususnya untuk para pemula? pada burung gelatik batu muda juga sudah terdapat ciri garis hitam ini khususnya pada burung pada jantanya walaupun warna tersebut agak samar. Jadi walau kita mendapatkan bakalan muda hutan dapat langsung membedakan antara burung betina atau burung jantan.

PERAWATAN SEHARI-HARI BURUNG GELATIK BATU

          Perawatan harian burung gelatik batu ini tidak begitu merepotkan cukup dimandikan dengan disemprot saja lalu dijemur. dan melatih mental burung dengan sering di gantang dengan burung lainya seperti ciblek atau burung dengan ukuran yang hampir sama agar mendapatkan variasi suara yang cukup bervariasi . untuk memancing agar rajin berkicau lebih baik dengan burung yang sudah gacor. Burung ini tidak begitu pintar meniru suara burung lainnya. dahulunya gelatik batu dipelihara untuk mastering burung kicau yang sudah populer seperti kacer ,murai batu, anis dan lain-lain

PAKAN BURUNG GELATIK BATU

          Pakan yang dapat di berikan kepada burung gelatik batu jika burung tersebut sudah memakan voer halus bisa juga diberikan ulat kandang , ulat hongkong maupun jangkrik yang berukuran kecil bisa diberikan tiap hari agar menambah birahi burung tersebut supaya dapat berkicau, Apabila sudah rajin berkicau berikan kroto tiap 2 hari sekali.

Tips Pemberian Pakan Olahan untuk Burung Perkutut


Memberikan pakan yang berkualitas untuk perkutut amat penting untuk melindungi performa burung. Perkutut umumnya dapat makan biji-bijian dikarenakan memanglah telah punya kebiasaan dengan pakan tersebut. Pakan yang bisa beri dukungan performa perkutut yaitu pakan olahan yang berkualitas. Pakan tersebut bisa anda peroleh di toko makanan burung. Tetapi bila anda tertarik untuk membuatnya sendiri, tersebut disini beberapa bahan serta cara pembuatannya.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan olahan burung perkutut

Pakan Olahan Burung Perkutut
  • 1kg millet 
  • 2 sampai 3 butir telur, di ambil kuningnya 
  • 1kg gabah 
  • 2 siung bawang putih 
  • 1/4kg ketan hitam 
  • 3 jari tangan jahe 
  • 1/4kg canary seed 
  • 3 jari tangan kencur 
  • 1/8kg jewawut 
  • ½ sendok makan garam 
  • 5 sendok makan madu 
  • ½ sendok teh lada putih 

Cara pembuatan pakan olahan burung perkutut

Bumbu berbentuk kencur, jahe, bawang putih, lada putih, serta garam ditumbuk sampai hancur kuning telur dikocok sampai mengembang, lantas diberi madu lebah serta dikocok lagi sampai tercampur benar. Sesudah madu telur itu tercampur, bumbu yang sudah ditumbuk tadi dicampurkan pada telur serta madu, diaduk-aduk sampai rata.

Ketan hitam, millet, gabah, canary seed, serta jewawut, sebelum saat dicampurkan dicuci bersih dulu di buang yang mengambang lantas ditiriskan, digelar dalam tempeh atau sejenisnya. Setelah itu dijemur sampai kering. Biji-bijian yang telah kering inilah yang dicampurkan dalam adonan telur madu yang berbumbu tadi.

Bahan digabung aduk sampai rata, bila perlu diremas-remas dengan tangan. Sesudah adonan tercampur benar di gongsong ( digoreng tanpa minyak ) sepanjang lebih kurang dua menit. Lantas diangkat serta dituangkan diatas nyiru, untuk diangin-anginkan di area teduh sampai kering serta dingin.

sumber : http://merawat-burung.blogspot.com/

TIPS CARA MEMELIHARA DAN MERAWAT PERKUTUT LOKAL (KATURANGGAN) / BANGKOK


JAKARTA SELATAN - Untuk burung yang satu ini (Perkutut) pada saat ini memang lagi tidak begitu digandrungi oleh para penghobi burung (kicau mania) karena kicauan suaranya yang memang monoton, namun tidak demikian bagi yang mengerti dan faham tentang perkutut, justru lebih memilih burung perkutut dibandingkan dengan burung jenis lainnya (burung kicauan), apalagi menurut kepercayaan orang jawa, bahwa burung perkutut terutama untuk yang jenis lokal justru memiliki ciri khas dan pengaruh tersendiri bagi si pemiliknya seperti dipercaya dapat medatangkan rizki (sabab musabab dimudahkan mencari rizki), kesehatan, kedamaian rumah tangga, kewibawaan, ketentraman, dan lain sebagainya dibandingkan dengan perkutut Bangkok yang memang dipelihata untuk didengarkan kemerduan kicauan suaranya.
berikut adalah sedikit tips cara memelihara agar burung perkutut local/Bangkok rajin manggung dan gacor. 


1.    Yang paling utama jika kita menginginkan suaranya, pilihlah burung perkutut dengan jenis kelamin jantan, tentunya bagi para penghobi perkutut sudah tahu cirri-ciri perbedaan antara perkutut jantan dan betina, yang diantara perbedaan yang jelas adalah jika sumpit kaki rapat +/- 1 cm-an maka itu bisa dipastikan perkutut jantan dan yang betina lebih renggang, badan lebih besar dan tegak, ekor menyatu dan tidak menyebar, dan tentunnya pilihlah bakalan perkutut yang berkualitas seperti berikut: 

•    Sehat, aktivitasnya lincah, fisik baik, tegas, gagah , bulu-bulunya halus dan teratur rapi.
•    Tatapan mata tajam tetapi lembut, mata bulat dan bersih, paruh agak lurus normal, kaki warnanya terang.
•    Nafsu makannya normal – aktif.

2.    Memandikan burung routin dilakukan, namun beda dengan memandikan burung kicauan, yaitu dengan cara cukup diseprot dengan spray dengan semburat yang paling halus. Ada juga pendapat dari penghobi perkutut yang lain yaitu dengan menggunakan air beras (air bekas untuk mencuci beras) dicampur dengan daun sirih sebaganyak 7 lembar kemudian dimandikannya dengan air tersebut, dengan alasan air beras dengan rendaman daun sirih tersebut dapat menghilangkan kutu yang ada di badan burung dan dapat mengkilapkan warna bulu burung perkutut.  

3.    Penjemuran mutlak dilakukan pada pagi hari, dari mulai sekitar pukul 7 – 9 karena perkutut kuat dan kebal terhadap panas, karena sinar matahari pagi sangat diperlukan.

4.    Pemberian makanan, pakan utama perkutut adalah biji-bijian, rumput dan padi-padian. Diperternakan tak jarang diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vitamin dan mineral pada makanan atau minumannya (seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, dan vitamin).

Dan yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara si perkutut.

Mohon maaf sebelumnya, tips ini tidak mutlak harus dilakukan karena tergantung kebiasaan yang biasa dilakukan oleh masing-masing pemilik.

sumber : http://damai9.blogspot.com/

cara burung perkutut rajin bunyi


Burung perkutut banyak dipelihara penggemar burung kicau. Bahkan jenis ini sudah sejak dulu menjadi kelangen atau kegemaran para bangsawan kerajaan majapahit. Kita akan sedikit membahas cara agar burung perkutut rajin bunyi atau berkicau. Seperti burung lainnya (kacer, ciblek, kenari), biasanya yang rajin berkicau adalah yang jantan, demikian juga dengan perkutut. Untuk itu kita perlu tahu cara membedakan perkutut jantan dan betina

Adapun cara menetukan jenis kelamin burung perkutut jantan dan betina antara lain.

  • Lihat warna putih diatas paruh perkutut. Perkutut jantan umumnya warna putihnya sampai ke pelipis sesaat untuk burung betina tidak. 
  • Meraba supit udang dari perkutut. Jika di antara supit udang merasa lunak pada saat di sentuh dibanding yang satunya maka burung tersebut kemungkinan besar yaitu burung betina. 
  • Postur tubuh perkutut. Burung betina umumnya mempunyai postur tubuh lebih kecil dari burung jantan, serta dapat amat sukar membedakannya bila burung tetap dalam situasi piyik seteluran, yang kecil umumnya betina. 
  • Segi nada. Perkutut betina biasanya mempunyai nada dengan volume kecil. 

Sebenarnya secara alami, perkutut akan rajin bunyi atau berkicau jika kondisinya sehat. Ciri burung perkutut yang sehat secara sekilas berbulu mulus, halus serta tidak mengorok. Kotoran perkutut sehat berbentuk bulat, solid warna kecoklatan. Sedangkan burung kurang sehat biasanya mencret, terlalu berair, atau berwarna hijau. Burung juga tidak kurus serta tidak terlampau gemuk juga. Burung yang terlampau gemuk condong malas bunyi.

Agar burung perkutu rajin berkicau, harus kita buat hatinya senang dengan berbgai cara yaitu dengan pakan kesukaannya. Tanda burung perkutut suka makanannya adalah dengan tidak mengacak acak. Sehingga tidak ada mkanan tercecer dibawah wadah makannya. Cara lain yaitu dengan memberikan beberapa jenis makanan berbeda dengan wadah yang berbeda. Makanan yang disukai pasti akan paling cepat habis.


Burung Perkutut



Selain makanan kesukaannya, kita perlu tahu juga tempat atau lokasi gantungan pavoritnya. SEring terjadi burung perkutut rajin bunyi, namun ketika dipindah gantungan jadi pendiam tidak mau berkicau. Maka tempat favorit dapat kita temukan dengan cara coba coba. Masing masing tempat sebaiknya di monitor dalam waktu sehari. Setelah burung rajin bunyi di satu tempat, biarkan di situ hingga benar benar hobi manggung, selanjutnya dapat dipindah untuk tempat lain agar terbiasa diberbagai tempat.

Bila perkutut anda tampak tidak tenang di gantung di mana saja terlebih bila ada orang melalui, maka anda mesti sering-sering memandikannya.Bila panduan diatas telah di cobalah serta belum sukses, maka anda mesti membuatnya birahi. Cara gampang saja, jodohkan dengan betina atau di umbar dengan sebagian ekor betina sekalian di kandang umbaran atau di sesuatu sangkar berukuran agak besar.

Upayakan betina yang anda satukan dengan perkutut yang paling disayangi anda berusia lebih muda serta perkutut yang paling disayangi anda mesti masuk umbaran duluan 1 hari pada mulanya agar dia lantas yang berkuasa di kandang tersebut. Kalau berkelahi biarlah saja sepanjang perkutut yang paling disayangi anda yang menang. Biarlah kejar-kejaran terlebih sampai bekur serta jodoh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara burung perkutut adalah :
  1. Memilih dengan telinga. Artinya, waktu pertamakali memilih anaknya dengarkan baik-baik suaranya,iramanya, kemudian baru lihat fisiknya. Perkutut tidak dapat dilatih, suaranya asli dari bawaannya.
  2. Rutin jemur di panas matahari mulai pagi hingga pukul 1 siang.
  3. Beri pakan yang cocok yakni milet dan gabah halus (Bangkok). Jangan beri pakan seperti jawawut, ketan hitam, dan godem, karena dapat merusak suaranya.
  4. Untuk makanan tambahan agar kesehatannya terjaga berikan kulit telur yang sudah dihancurkan menjadi bubuk. Makanan ini sebagai suplemen kalsium bagi burung.
  5. Untuk memperbaiki suaranya menjadi lebih merdu berikan daun saga atau daun kayu manis. Caranya; daun ini dipiling-piling kemudian tambahkan sedikit garam kemudian dimasukkan (untal) ke dalam mulut burung. Berikan 1 minggu dua kali. Atau cara lain; daun ini diulek tambahkan sedikit garam, bawang putih, kencur, dan beri air. Berikan airnya untuk diminum.
  6. Jagalah selalu kebersihan kandang dengan rutin membersihkannya tiap pagi dan sore hari. Kotoran perkutut tidak berbau dan kering sehingga mudah dibersihkan beda dengan unggas yang lain.
  7. Kalau cacingan, berikan obat cacing khusus burung atau combatrin ditumbuk rekatkan dengan madu. 1 tablet dapat dijadikan 12 butiran kecil.
  8. Jika pilek berikan obat dengan cara; antibiotik ampi 500 mg dihaluskan tambahkan tepung kanji dan sedikit air yang sudah berupa lem. Campur jadi satu bentuk butiran kecil dan berikan obat ini pagi dan sore hari.
  9. Jika sayapnya luka, diolesi madu kemudian tambahkan bubuk kopi atau abu rokok.
  10. Sebaiknya burung perkutut diternak secara alamiah.
  11. Waktu bertelur tidak menggunakan perangsang.
  12. Setelah lahir jangan dititipkan pada burung puter, karena mengakibatkan temboloknya rusak dan suaranya menjadi jelek.
sumber : http://budidayas.blogspot.com/